Suatu hr 2org penumpang kereta dduk berdmpingan, dan pnumpang1 brtnya kpd pnumpang2
Pnumpang
1 : Adly Fairuz yah ?
2 : Bkn, sy bejo
1 : Sy ykin nh, mas Adly fairuz kn ?
2 (agak kesal) : Bkn mas, sy bejo dr tegal
1 : Ngaku aja dh mas Adly Fairuz kn, artis yg ganteng itu!
2 (hbs kesabrn) : iya saya Adly fairuz, emg knp ?
1 : Bohong, ga mirip ah
2 : @%#%$@#$%
Situ Artis Kan (?)
08.20 |
Label:
Minimal Senyum Deh
Read User's Comments0
Diposting oleh
Mas Bahiz
Solat Istiharah
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Apabila seorang muslim dihadapkan dengan suatu pilihan atau bertekad
untuk melakukan suatu urusan maka hendaklah memohon kepada Allah agar
ditunjukkan kepadanya pilihan yang tepat dan baik untuk agama, dunia dan
akhiratnya. Karena Allah lah yang menciptakan kita dan segala yang ada
di langit dan di bumi, maka sudah pasti Dia mengetahui mana yang baik
dan mana yang buruk. Mengetahui hal ghaib dan apa-apa yang telah terjadi
dan akan terjadi pada diri kita.
Manusia adalah hamba yang lemah, diberi pengetahuan yang terbatas dan
tidak mengetahui perkara yang ghaib, sehingga sangat membutuhkan
bantuan untuk mengatasi masalah-masalah yang akan terjdi. Dan tidak ada
yang berhak dimintai bantuan tentang masalah ini kecuali yang telah
menciptakan kita.Sehingga dengan kasih sayangNya, Islam mensyari’atkan
shalat istikharah untuk meminta bantuan kepada Allah agar menunjukkan
mana pilihan yang baik untuk agama, dunia dan akhiratnya.
Ketika Zainab mendapat lamaran dari Rasulullah saw melalui Zaid,
Zainab menjawab, “Aku tidak akan melakukan apa pun sebelum aku
bermusyawarah dengan Tuhanku [dengan istikharah].” (HR Muslim)
Al ‘Allamah Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Sebagian
ulama menjelaskan: tidak sepantasnya bagi orang yang ingin menjalankan
di antara urusan dunianya sampai ia meminta pada Allah pilihan dalam
urusannya tersebut yaitu dengan melaksanakan shalat istikharah.”
Istikharah adalah memohon agar dipilihkan dan diberi kecondongan
untuk memilih yang baik. Adapun shalat istikharah adalah salat sunnah
dua rekaat yang dapat dilakukan secara tersendiri atau pun menyatu
dengan salat sunnah lain (rawatib, tahiyyatul masjid, dll.). Kalau
menyatu, harus ada niat bahwa dengan salat sunnah lain itu hendak
dilakukan salat istikharah sekaligus.
Doa Istikharah:
للَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ
بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العظيم ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ
وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ
الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أن هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ
تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى ْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ
أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ،
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هذا الأمر شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى
وَعَاقِبَةِ أَمْرِى
فَاصْرِفْه عَنْي فاصرفني عنه ، وَاقْدُرْ لِىَ
الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi
qudratika, wa as-aluka min fadhlika al ‘adziim, fa innaka taqdiru wa laa
aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma
in kunta ta’lamu anna hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron
lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faqdur lii, wa yassirhu
lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro
syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii fash-rifhu anni
wash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii
bih.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon petunjuk kepadaMu dengan ilmuMu dan aku
memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon
daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha
Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui
sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala
perkara yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahwasanya
urusan ini (sebutkan..) adalah baik bagiku pada agamaku, kehidupanku dan
kesudahan urusanku, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta
berkatlah bagiku padanya da seandainya Engkau mengetahui bahawa urusan
ini (sebutkan..) mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku
dan kesudahan urusanku, jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah
yang terbaik bagiku kemudian redhailah aku dengannya”
Doa tersebut boleh dibaca dalam shalat atau sesudah shalat. Akan
tetapi dibaca setelah salam lebih utama, karena dalilnya menunjukan
demikian. Yaitu sabda rasulullah saw “Jika salah seorang di antara
kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat
dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a” dengan doa
yang diatas.
Bagi yang berhalangan (misalnya lantaran haid, nifas dll), istikharahnya cukup dengan baca doa istikharah tanpa salat.
Adapun waktunya boleh dilaksanakan kapan saja dan boleh membaca surat
apa saja setelah membaca al Fatihah. Yang lebih utama adalah membaca
surat al Kafirun pada rekaat pertama dan surat al Ikhlas pada rekaat ke
dua, sebagaimana shalat sunnah dua rekaat lainnya.
Istikharah boleh dilakukan berulang kali jika kita ingin istikharah
pada Allah dalam suatu perkara. Karena istikharah adalah do’a dan tentu
saja boleh berulang kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang
istikharahnya tiga kali. Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan,
إِنِّى مُسْتَخِيرٌ رَبِّى ثَلاَثًا ثُمَّ عَازِمٌ عَلَى أَمْرِى
“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”
Melihat dalam mimpi mengenai pilihannya bukanlah syarat dalam
istiharah karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal ini. Yang tepat,
istikharah tidak mesti menunggu mimpi. Dan tidak ada ritual-ritual lain
setelah melakukan shalat istikharah, seperti melempar kertas undian.
Yang jadi pilihan dan sudah jadi tekad untuk dilakukan, maka itulah
yang dilakukan. Jika memang yang jadi pilihannya tadi dipersulit, maka
berarti pilihan tersebut tidak baik untuknya. Namun jika memang
pilihannya tadi adalah baik untuknya, pasti akan Allah mudahkan.
Selamat mengamalkan…! Semoga Allah memilihkan untuk kita sebuah
pilihan yang baik untuk urusan agama kita, dunia dan akhirat kita, amin.
Diposting oleh
Mas Bahiz
Sholat Hajat
Shalat Sunnah Hajat.
Shalat Hajat adalah shalat sunah yang
dilakukan karena ada suatu hajat / keperluan, baik keperluan duniawi
atau keperluan ukhrawi. Agar hajat dikabulkan Allah, banyak cara yang
dilakukan diantaranya adalah berdoa dan shalat.Shalat Hajat merupakan
cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan
segala hajat, karena arti shalat secara bahasa adalah doa.Firman
Allah:"Dan mintalah pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan
shalat" ( Al Baqarah : 45 ).
Cara Melaksakan Shalat Hajat :
Shalat
hajat tidak mempunyai waktu tertentu, asal pada waktu yang tidak
dilarang, misalnya setelah shalat Ashar atau setelah shalat
Shubuh.Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah)
minimal dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat.Jika dilaksanakan pada
malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan
pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan
seterusnya.Sabda Nabi saw:"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya,
kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka
Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).
-
> Niat shalat Hajat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
-
> "Aku niat shalat sunah hajat karena Allah"
-
> Membaca doa Iftitah
-
> Membaca surat al Fatihah
-
> Membaca salah satu surat didalam al quran.Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).
-
> Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
-
> I'tidal sambil membaca bacaannya
-
> Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
-
> Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
-
> Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
>
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua
sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka
membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam
maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal,
kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir
setelah selesai membaca salam dua kali.
>
Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah
dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk
kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.Semoga bermanfaat . ..
wassalamualaikum. . .
Diposting oleh
Mas Bahiz
Langganan:
Postingan (Atom)